Translate
Rabu, 05 Juni 2013
Komunikasi Sosial
1) Jeaskan mengapa anda harus mempelajari komunikasi sosial dan apa manfaatnya bagi anda!
• Dalam kehidupannya, manusia senantiasa terlibat dalam aktivitas komunikasi. Manusia mungkin akan mati, atau setidaknya sengsara manakala dikucilkan sama sekali sehingga ia tidak bisa melakukan komunikasi dengan dunia sekelilingnya. Oleh sebab itu komunikasi merupakan tindakan manusia yang lahir dengan penuh kesadaran, bahkan secara aktif manusia sengaja melahirkannya karena ada maksud atau tujuan tertentu.
• Dapat dikatakan bahwa didalam kehidupan komunikasi adalah persyaratan yang utama dalam kehidupan manusia. Tidak ada manusia yang melepaskan hidupnya untuk berkomuikasi antar sesama. Dengan seperti itu, komunikasi sosial sangat penting dalam kehidupan manusia pada umumnya untuk membantunya berinteraksi dengan sesama, karena manusia tercipta sebagai mahluk sosial.
• Agar dapat mengetahui bagaimana berkomunikasi yang baik/efektif
• Agar dapat mengetahui bahwa Komunikasi yang memungkin individu membangun suatu kerangka rujukan dan menggunakannya sebagai pantuan untuk menafsirkan, situasi apapun yang ia hadapi. Komunikasi pula yang memungkinkannya mempelajari dan menerapkan strategi-strategi adaptif untuk mengatasi situasi-situasi problematik yang ia masuki.
• Dan adapun sebagai manfaatnya adalah:
• Dapat menngetahui hakikat komunikasi itu sendiri
• kebutuhan paling mendasar bagi seorang manusia untuk dapat berintraksi
• Komunikasi dgn efektif membawa dampak positif dalam keberhasilan dan upaya membangun citra di mata masyarakat dalam berintaraksi.
• Komunikasi yang memungkin individu membangun suatu kerangka rujukan dan menggunakannya sebagai pantuan untuk menafsirkan, situasi apapun yang ia hadapi. Komunikasi pula yang memungkinkannya mempelajari dan menerapkan strategi-strategi adaptif untuk mengatasi situasi-situasi problematik yang ia masuki.
• Dapat mengetahui unsur –unsur berkomunikasi yang baik dengan mahluk sosial
2) Jelaskan yang di maksud dengan:
a) Komunikasi adalah hal paling dasar yang kami rasa sangat penting bagi kehidupan umat manusia, karena alasan kuat mengapa komunikasi ini penting ialah karena komunikasi merupakan salah satu alat untuk manusia mendapatkan kebutuhannya dalam bertahan hidup. Sedangkan proses dalam bertahan hidup dengan berkomunikasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu verbal (secara lisan) atau nonverbal (tulisan, simbol, gesture, mimic muka, dsb). Dari dua cara tesebut tadi, semuanya mengacu pada proses transmisi (perpindahan) informasi dari satu ke yang lainnya. Transmisi pesan ini dilakukan oleh sender, melalui suatu medium, kepada seorang receiver, dan akhirnya menimbulkan efek tertentu sebagai feedback dari proses komunikasi tersebut.
b) Komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan hubungan orang lain.
c) Komunikasi pembangunan Secara pragmatis, Quebral (dalam Nasution, 1996:128) merumuskan bahwa “Komunikasi pembangunan adalah komunikasi yang dilakukan untuk melaksanakan rencana pembangunan suatu negara”. Dikemukakannya pula bahwa komunikasi pembangunan merupakan salah satu terobosan (break-through) di lingkungan ilmu-ilmu sosial, dan merupakan inovasi yang harus diusahakan agar diketahui orang dan diterima sebelum ia digunakan.
Sedangkan dalam arti yang luas, komunikasi pembangunann meliputi peran dan fungsi komunikasi (sebagai suatu aktivitas pertukaran pesan secara timbal balik) di antara semua pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan, terutama antaramasyarakat dengan pemerintah, sejak dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian terhadap pembangunan (Nasution, 1996:92).
d) Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (media cetak dan media elektronik). Media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang dapat menyebarkan pesan secara serempak dan cepat kepada para audience yang luas dan heterogen
Komunikasi massa sebagai komunikasi yang berlangsung dalam situasi interposed (menjadi perantara) ketika antara sumber dan penerima tidak terjadi kontak secara langsung, pesan-pesan komunikasi mengalir kepada penerima (audiens) melalui saluran-saluran media massa, seperti:surat kabar, majalah, radio, tv, film.
bahwa komunikasi massa merupakan kegiatan seseorang atau suatu organisasi yang memproduksi serangkaian pesan dengan bantuan mesin untuk disebarkan kepada khalayak banyak yang bersifat anonim, heterogen dan tersebar.
3) Proses komunikasi dapat di lakukan dengan 2 tahap.sebutkan dan jelaskan
komunikasi secara Verbal adalah tulisan atau tertulis. Komunikasi verbal dapat dilakukan oleh manusia dengan menuliskan simbol-simbol yang memiliki arti-arti tertentu yang dipahami oleh beberapa kalangan saja atau dipahami oleh seluruh manusia di dunia. Komunikasi verbal dapat dipelajari, ditiru dan diamati karena wujudnya yang tampak. Komunikasi verbal dapat bertahan selama berabad-abad dan disampaikan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya.
Komunikasi non verbal adalah komunikasi non tertulis. Komunikasi ini tidak dapat dilihat seperti halnya komunikasi verbal, akan tetapi komunikasi non verbal bisa diamati dan juga dipelajari. Manusia menggunakan komunikasi verbal dengan cara menulis, menggambar, sedangkan semua gerak-gerik ketika manusia berbicara ataupun berkomunikasi merupakan komunikasi non verbal.
Pada dasarnya, manusia tidak bisa hanya menggunakan komunikasi verbal saja ataupun non verbal saja. Komunikasi verbal selalu berada bersama dengan komunikasi non verbal begitu pula sebaliknya. Kombinasi antara komunikasi non verbal dan komunikasi verbal ada pada pidato. Ketika seseorang berpidato, kata-kata yang diucapkan adalah pesan yang ingin disampaikan yang merupakan komunikasi verbal, gerakan tubuh seseorang ketika berpidato yang biasanya merupakan bentuk penegasan terhadap apa yang disampaikan olehnya adalah bentuk komunikasi non-verbal
4) Jelaskan keterkaitan antara strategi komunikasi dengan sistem komunikasi
Jika dikatakan secara ringkas, sistem komunikasi berada di bawah subordinate sistem sosial. Sistem sosial adalah sebuah bangunan sistem yang besar yang didalamnya mempunyai subsistem, termasuk sistem komunikasi itu sendiri. Sedangkan sistem komunikasi bersama sistem lain yang juga merupakan bagian dari sistem sosial mendukung eksistensi atau keberadaannya secara bersama-sama. Misalnya sistem ekonomi, sistem budaya, sistem politik mendukung dan memberi arti keberadaan sistem sosialnya.
strategi komunikasi yang dikembang merupakan tuntutan kebutuhan organisasi, bukan karena adanya kebutuhan atas komunikasi itu sendiri. Kegiatan komunikasi Anda bukan merupakan akhir dari semua kegiatan, tetapi dilakukan demi organisasi dan karena itu harus dikaitkan dengan tujuan organisasi.
Starategi komunikasi ini sangat erat kaitannya dengan sistem komunikasi itu sendiri hubungan antara sistem komunikasi dengan sistem lainnya, serta bagaimana gambaran berlangsungnya sistem komunikasi di Indonesia. Nurudin, di dalam bukunya yang berjudul Sistem Komunikasi Indonesia, mengelompokkan SKI menjadi beberapa bagian sebagai berikut
5) Unsur-unsur Komunikasi
a. Lingkungan komunikasi
Lingkungan (konteks) komunikasi memiliki 3 (tiga) komponen penting yaitu :
• Fisik, adalah ruang dimana komunikasi berlangsung yang nyata atau berwujud. Maksudnya adalah komunikasi bersifat nyata dan real sehingga dikatakan mempunyai tampilan fisik, baik berupa suara maupun gerakan-gerakan sebagai tanda.
• Sosial-psikoilogis, meliputi, misalnya tata hubungan status di antara mereka yang terlibat, peran yang dijalankan orang, serta aturan budaya masyarakat di mana mereka berkomunikasi. Lingkungan atau konteks ini juga mencakup rasa persahabatan atau permusuhan, formalitas atau informalitas, serius atau senda gurau,
• Temporal (waktu), mencakup waktu dalam hitungan jam, hari, atau sejarah dimana komunikasi berlangsung.
Ketiga komponen komuniasi tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, masing-masing mempengaruhi dan dipengaruhi.
b. Enkoding-Dekoding
Dalam ilmu komunikasi kita menamai tindakan menghasilkan pesan (misalnya, berbicara atau menulis) sebagai enkoding (encoding). Dengan menuangkan gagasan-gagasan kita ke dalam gelombang suara atau ke atas selembar kertas, kita menjelmakan gagasan-gagasan tadi ke dalam kode tertentu. Jadi, kita melakukan enkoding.
Kita menamai tindakan menerima pesan (misalnya, mendengarkan atau membaca) sebagai dekoding (decoding). Dengan menerjemahkan gelombang suara atau kata-kata di atas kertas menjadi gagasan, anda menguraikan kode tadi. Jadi, anda melakukan dekoding.
Oleh karenanya kita menamai pembicara atau penulis sebagai enkoder (encoder), dan pendengar atau pembaca sebagai dekoder (decoder). Seperti halnya sumber-penerima, kita menuliskan enkoding-dekoding sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa anda menjalankan fungsi-fungsi ini secara simultan. Ketika anda berbicara (enkoding), anda juga menyerap tanggapan dari pendengar (dekoding).
c. Sumber Penerima
Sumber penerima sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat dalam komunikasi adalah sumber (komunikator) kaligus penerima (komunikan). Anda mengirimkan pesan ketika anda berbicara, menulis, atau memberikan isyarat tubuh. Anda menerima pesan dengan mendengarkan, membaca, membaui, dan sebagainya.
Tetapi, ketika anda mengirimkan pesan, anda juga menerima pesan. Anda menerima pesan anda sendiri (anda mendengar diri sendiri, merasakan gerakan anda sendiri, dan melihat banyak isyarat tubuh anda sendiri) dan anda menerima pesan dari orang lain (secara visual, melalui pendengaran, atau bahkan melalui rabaan dan penciuman). Ketika anda berbicara dengan orang lain, anda memandangnya untuk mendapatkan tanggapan (untuk mendapatkan dukungan, pengertian, simpati, persetujuan, dan sebagainya). Ketika anda menyerap isyarat-isyarat non-verbal ini, anda menjalankan fungsi penerima.
c. Kompetensi Komunikasi
Kompetensi komunikasi mengacu pada kemampuan anda untuk berkomunikasi secara efektif (Spitzberg dan Cupach, 1989). Kompetensi ini mencakup hal-hal seperti pengetahuan tentang peran lingkungan (konteks) dalam mempengaruhi kandungan (content) dan bentuk pesan komunikasi (misalnya, pengetahuan bahwa suatu topik mungkin layak dikomunikasikan kepada pendengar tertentu di lingkungan tertentu, tetapi mungkin tidak layak bagi pendengar dan lingkungan yang lain). Pengetabuan tentang tatacara perilaku nonverbal (misalnya kepatutan sentuhan, suara yang keras, serta kedekatan fisik) juga merupakan bagian dari kompetensi komunikasi.
Dengan meningkatkan kompetensi anda, anda akan mempunyai banyak pilihan berperilaku. Makin banyak anda tahu tentang komunikasi (artinya, makin tinggi kompetensi anda), makin banyak pilihan, yang anda punyai untuk melakukan komunikasi sehari-hari. Proses ini serupa dengan proses mempelajari perbendaharaan kata: Makin banyak kata anda ketahui (artinya, makin tinggi kompetensi perbendaharaan kata anda), makin banyak cara yang anda miliki untuk mengungkapkan diri.
e. Umpan Balik/ Feed Back
Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke sumbernya. Umpan balik dapat berasal dari anda sendiri atau dari orang lain. Dalam diagram universal komunikasi tanda panah dari satu sumber-penerima ke sumber-penerima yang lain dalam kedua arah adalah umpan balik. Bila anda menyampaikan pesan misalnya, dengan cara berbicara kepada orang lain anda juga mendengar diri anda sendiri. Artinya, anda menerima umpan balik dari pesan anda sendiri. Anda mendengar apa yang anda katakan, anda merasakan gerakan anda, anda melihat apa yang anda tulis.
Selain umpan balik sendiri ini, anda menerima umpan balik dari orang lain. Umpan balik ini dapat datang dalam berbagai bentuk: Kerutan dahi atau senyuman, anggukan atau gelengan kepala, tepukan di bahu atau tamparan di pipi, semuanya adalah bentuk umpan balik.
f. Gangguan
Gangguan (noise) adalah gangguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. Gangguan menghalangi penerima dalam menerima pesan dan sumber dalam mengirimkan pesan. Gangguan dikatakan ada dalam suatu sistem komunikasi bila ini membuat pesan yang disampaikan berbeda dengan pesan yang diterima.
6) Layanan program PLS tumbuh subur dan tersebar luas di tengah masyarakat, baik program-program yang bersifat institusional, informasional, maupun developmental. Hal ini merupakan suatu cerminan nyata tentang meningkat dan meluasnya kebutuhan masyarakat akan layanan program pendidikan di luar sistem persekolahan dewasa ini.
Perkembangan yang menggembirakan tersebut sudah seharusnya diikuti oleh upaya pengokohan profesionalismesehingga layanan program PLS yang terselenggara di tengah masyarakat menjadi lebih bermutu, baik proses maupun hasilnya, danselanjutnya bisa dipertanggung-jawabkan secara profesional. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan ketersediaan tenagaprofesionalPLS dalam jumlah dan kualifikasi yang memadai, dan kebutuhantersebutbisa dipenuhioleh program studi S1 Jurusan PLS yang tersebar di seluruh Indonesia. Disamping itu, juga diperlukan ketersediaan tenaga ahli berkualifikasi
magister (lulusan S2) dan doktor (lulusan S3) yang mampu berperan sebagai pakar di bidangPLS.
7) kemajuan teknologi informasi dan komunikasi semakin pesat.
hal ini sangat mempengaruhi kemajuan dalam bidang pendidikan. kemajuan teknologi informasi dan komunikasi atau sering disebut TIK .Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputer dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video. (William & Sawyer :2003). Pada pengertian di atas terdapat dua komponen utama dalam teknologi informasi, yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Teknologi komputer adalah teknologi yang berhubungan dengan komputer, termasuk peralatan-peralatan yang berhubungan dengan komputer. Sedangkan teknologi komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh.
Untuk hasil yang optimal pembelajaran harus menyenangkan dan merangsang imajinasi serta kreativitas siswa. Penggunaan multi metoda dan multi media sangat membantu untuk mingkatkan hasil belajar. Penemuan mutakhir tentang teori pendidikan seperti Teori Kecedasan Berganda yang dikembangkan oleh Howard Gardner, Teori Kecerdasan Emosi yang dikembangkan oleh Daniel Colleman, Quantum Learning,
8) Pendidikan di katakan sebagai proses komunikasi
Pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi. Komunikasi adalah proses pengiriman informasi dari satu pihak kepada pihak lain untuk tujuan tertentu. Komunikasi dikatakan efektif apabila komunikasi yang terjadi menimbulkan arus informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback dari pihak penerima pesan.
Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh efektif tidaknya komunikasi yang terjadi di dalamnya. Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik.
Pengajar adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.
9) Perkembangan komunikasi tentang lingkungan meningkat secara dramatis, dimana komunikasi ini memberikan banyak informasi, seperti iklim, global warming dan melelehnya es di kutub. Komunikasi lingkungan mulai merambah dalam berbagai media, kabel TV, mediaonline, film, You Tube, koran, dan dalam dunia pendidikan.
Misalnya, munculnya film dokumenter (BBC’s Planet Earth), situs online (350.org), jejaring sosial (climatecrossroads.org) yang memberitakan mengenai isu lingkungan .
Pada dasarnya komunikasi lingkungan ternyata lahir dari komunikasi pembangunan, dimana komunikasi pembangunan dan pendidikan sebagai pendorong dari proses pembelajaran lingkungan
Alasannya yaitu karena Komunikasi lingkungan memiliki kedekatan hubungan dengan pendidikan non formal mengenai lingkungan yakni proses pembelajaran meliputi pengetahuan, nilai, sosial ekonomi, dan teknik keterampilan yang memiliki proses yang akan terjadi perubahan norma-norma dan praktek menuju pembangunan berkelanjutan melalui pemecahan masalah
.Berbicara mengenai komunikasi lingkungan, ada sedikit kebutuhan untuk persuasi dan diskusi mengenai isu lingkungan. Dalam hal ini, ada sebuah kesenjangan. Meskipun di satu sisi, alam adalah diam, politisi, pemimpin perusahaan, lingkungan, media - mengklaim hak untuk berbicara bagi alam, atau untuk kepentingan mereka sendiri dalam penggunaan sumber daya alam.
10) Adanya komunikasi yang tidak efektif antara orang tua dan anak remaja mereka menimbulkan perubahan sikap pada anak-anak mereka. Pengertian keluarga berarti nuclear family yaitu yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah dan ibu secara ideal tidak terpisah tetapi bahu membahu dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai orang tua dan mampu memenuhi tugas sebagai pendidik.
Tiap ayah dan ibu mempunyai fungsi tertentu. Dalam mencapai tujuan keluarga tergantung dari kesediaan individu menolong mencapai tujuan bersama dan bila tercapai maka semua anggota mengenyam ” Apakah peranan masing-masing “. Adapun peranan ayah, yaitu (1) sumber kekuasaan; (2) dasar identifikasi; (3) penghubung dengan dunia luar; (4) pelindung terhadap ancaman dari luar; serta (5) pendidik segi rasional.
Sedangkan peranan Ibu antara lain, (1) pemberi aman dan sumber kasih sayang; (2) tempat mencurahkan isi hati; (3) pengatur kehidupan rumah tangga; (4) pembimbing kehidupan rumah tangga: dan (5) pendidik segi emosional. Dampak dari komunikasi yang tidak efektif dalam keluarga antara lain (1) anggota keluarga saling tertutup satu sama lain, (2) seringnya terjadi perceraian, (3) sikap anak-anak (khususnya remaja) mengalami perubahan yang sering dikenal dengan kenakalan remaja. Misalnya, pada remaja yang orang tuanya bercerai akan mengalami saat-saat yang membuatnya sangat frustasi.
UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
1. Komunikator (communicator), yaitu memberi berita, yang dalam hal ini adalah orang yang berbicara, pengirim berita atau orang yang memberitakan.
2. Menyampaikan berita, dalam hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatakan, mengirim atau menyiarkan.
3. Berita-berita yang disampaikan (message), dapat dalam bentuk perintah, laporan, atau saran.
4. Komunikan (communicate), yaitu orang yang dituju, pihak penjawab atau para pengunjung. Dengan kata lain orang yang menerima berita.
5. Tanggapan atau reaksi (response), dalam bentuk jawaban atau reaksi.
Kelima unsure komunikasi tersebut (Komuniakator, Menyampaikan berita, Berita-berita yang disampaikan, Komunikan dan Tanggapan atau reaksi) merupakan kesatuan yang utuh dan bulat, dalam arti apabila satu unsure tidak ada, maka komunikasi tidak akan terjadi. Dengan demikian masing-masing unsur saling berhubungan dan ada saling ketergantungan. Jadi dengan demikian keberhasilan suatu komunikasi ditentukan oleh semua unsure tersebut.
11)
CARA PENYALURAN IDE MELALUI KOMUNIKASI
Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan gerak gerik badan seperti tersenyum,menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu.
Dalam menyalurkan ide atau solusi harus ada si pengirim (sender) dan si penerima (receiver). Ide-ide yang diambil pun tidak sembarangan, tetapi ada penyaringan dan seleksi untuk diambil ide manakah yang terbaik untuk di ambil dan dilaksanakan untuk oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan bersama,serta visi dan misi suatu organisasi.
Selasa, 04 Juni 2013
Dasar Pemikiran Pentingnya Profesi Kependidikan.
Pendidikan sebagai suatu sistem pencerdasan anak bangsa, dewasa ini kita dihadapkan pada berbagai persoalan, baik ekonomi, sosial, budaya, maupun politik. Apabila pendidikan diposisiskan sebagai alat untuk memecahkan masalh bangsa sekarang ini, sesungguhnya kita tidak terlalu banyak berbuat dari apa yang dihasilkan oleh pendidikan selama ini. Atau dengan kata lain, terjadi keterlambatan memposisikan pendidikan sebagai alat untuk mengatasinya. Oleh karena itu kita perlu memperbaiki sistem pelaksaan dan pengembangan pendidikan kearah yang lebih baik, meminjam istilah dari tokoh pendidikan kita Ki Hadjar Dewantoro, pendidikan harus dibangun dengan menggunakan strategi Tri-Kon (Konvergen, Konsentris, dan Kontinuitas). Mungkin akan dimulai dari yang paling dasar yakni kita perlu membina dan mendidik para calon pendidik supaya mengerti dan memahami bagaimana hakikat profesi kependidikan beserta hal-hal lain yang terkait didalamnya.
Profesi kependidikan/keguruan adalah keahlian khusus dalam bidang pendidikan, pengajaran, dan pelatihan yang ditekuni untuk menjadi mata pencaharian dalam memenuhi kebutuhan hidup yang bersangkutan (guru) serta menuntut keprofesionalan pada bidang tersebut.
Mengutip pendapat Laurence D Hazkew dan Jonatan C. Mc Lendon dalam bukunya This Is Teaching (hal.10) : ‘Teacher is profesional person who conducts classes’ (Guru adalah seorang yang mempunyai kemampuan dalam menata dan mengelola kelas). Sedangkan menurut Jean D. Grambs dan C. Morris Mc Clare dalam Foundation of Teaching, An Introduction to Modern Education (hal.141) : ‘teacher are those persons who consciously direct the experiences and behavior of an individual so that education takes places’ (Guru adalah mereka yang secara sadar mengarahkan pengalaman dan tingkah laku dari seorang individu hingga dapat terjadi pendidikan).
Seorang pendidik harus mengerti dan paham betul mengenai konsep profesi kependidikan sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik untuk mendidik anak bangsa dengan profesional sehingga dapat memperbaiki negara ini menjadi lebih baik. Bagaimana mungkin seorang anak didik akan memiliki kualitas yang baik jika saja pendidik yang mengajar dan membinanya buakanlah guru yang teladan dan profesional. Tentu tujuan pendidikan pun tidak akan tercapai.
Materialisme Historis
Materialisme Historis merupakan istilah yang sangat berguna untuk memberi nama pada asumsi-asumsi dasar menganai teorinya. Dari The Communist Manifesto dan Das Kapital, dimana penekanan Marx adalah pada kebutuhan materil dan perjuangan kelas sebagai akibat dari usaha-usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan. Menurut pandangan ini, ide-ide dan kesadaran manusia tidak lain daripada refleksi yang salah tentang kondisi-kondisi materil. Perhatian ini dipusatkan Marx sebagai uasaha Marx untuk meningkatkan rvolusi sosialis sehingga kaum proletariat dapat menikmati sebagian besar kelimpahan materil yang dihasilkan oleh industrialisme.
Menurut Marx, suatu pemahaman ilmiah yang dapat diterima tentang gejala sosial menuntut si ilmuwan untuk mengambil sikap yang benar terhadap hakikat permasalahan itu. hal ini mencakupi pengakuan bahwa manusia tidak hanya sekedar organisme materil, sebaliknya manusia memiliki kesadaran diri. Dimana, mereka memiliki suatu kesadaran subyektif tentang dirinya sendiri dan situasi-situasi materialnya.
Penjelasan Marx pada Materialistis tentang perubahan sejarah, diterapkan pada pola-pola perubahan sejarah yang luas, penekanan materialistis ini berpusat pada perubahan-perubahan cara atau teknik-teknik produksi materil sebagai sumber utama perubahan sosial budaya. Dalam The German Ideology Marx menunjukkan bahwa manusia menciptakan sejarahnya sendiri selama mereka berjuang menghadapi lingkungan materilnya dan terlibat dalam hubungan-hubungan sosial yang terbatas dalam proses-proses ini. Tetapi kemampuan manusia untuk membuat sejarahnya sendiri, dibatasi oleh keadaan lingkungan materil dan sosial yang sudah ada. Ketegangan-ketegangan yang khas dan kontradiksi-kontradiksi yang menonjol akan berbeda-beda menurut tahap sejarahnya serta perkembangan materil sosialnya. Tetapi dalam semua tahap, perjuangan individu dalam kelas-kelas yang berbeda untuk menghadapi lingkungan materil dan sosialnya yang khusus agar bisa tetap hidup dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, merupakan sumber utama perubahan untuk tahap berikutnya
Marx mengandaikan bahwa pemilikan daya-daya produksi masyarakat secara komunal dan suatu distribusi yang lebih merata yang didasarkan pada kebutuhan manusia, bukan kerakusan borjuis.
II. Infrastruktur Ekonomi dan Superstruktur Sosio Budaya
Marx berulang-ulang menekankan ketergantungan politik pada struktur ekonomi, tipe analisa yang sama berlaku untuk pendidikan , agama, keluarga, dan semua institusi sosial lainnya. Sama halnya dengan kebudayaan suatu masyarakat, termasuk standar-standar moralitasnya, kepercayaan-kepercayaan agama, sistem-sistem filsafat, ideologi politik, dan pola-pola seni serta kreativitas sastra juga mencerminkan pengalaman hidup yang riil dari orang-orang dalam hubungan-hubungan ekonomi mereka. hubungan antara infrastruktur ekonomi dan superstruktur budaya dan struktur sosial yang dibangun atas dasar itu merupakan akibat langsung yang wajar dari kedudukan materialisme historis. Adaptasi manusia terhadap lingkungan materilnya selalu melalui hubungan-hubungan ekonomi tertentu, dan hubungan-hubungan ini sedemikian meresapnya hingga semua hubungan-hubungan sosial lainnya dan juga bentuk-bentuk kesadaran, dibentuk oleh hubungan ekonomi itu.
Mengenai determinisme ekonomi Marx tidak menjelaskan secara konsisten, sekalipun ekonomi merupakan dasar seluruh sistem sosio budaya, institusi-institusi lain dapat memperoleh otonomi dalam batas tertentu, dan malah memperlihatkan pengaruh tertentu pada struktur ekonomi. Pada akhirnya struktur ekonomi itu tergantung terhadapnya.
III. Kegiatan dan Alienasi
Inti seluruh teori Marx adalah proposisi bahwa kelangsungan hidup manusia serta pemenuhan kebutuhannya tergantung pada kegiatan produktif di mana secara aktif orang terlibat dalam mengubah lingkungan alamnya. Namun, kegiatan produktif itu mempunyai akibat yang paradoks dan ironis, karena begitu individu mencurahkan tenaga kreatifnya itu dalam kegiatan produktif , maka produk-produk kegiatan ini memiliki sifat sebagai benda obyektif yang terlepas dari manusia yang membuatnya.
Tentang alienasi menurut Marx merupakan akibat dari hilangnya kontrol individu atas kegiatan kreatifnya sendiri dan produksi yang dihasilkannya. Pekerjaan dialami sebagai suatu keharusan untuk sekedar bertahan hidup dan tidak sebagai alat bagi manusia untuk mengembangkan kemampuan kreatifnya. Alienasi melekat dalam setiap sistem pembagian kerja dan pemilikan pribadi, tetapi bentuknya yang paling ekstrem ada di dalam kapitalisme, dimana mekanisme pasar yang impersonal itu, menurunkan kodrat manusia menjadi komoditi, dilihat sebagai satu pernyataan hukum alam dan kebebasan manusia. bentuk ekstrem alienasi itu merupakan akibt dari perampasan produk buruh oleh majikan kapitalisnya.
Marx menekankan bahwa alienasi kelihatannya benar-benar tidak dapat dielakkan dalam pandangan mengenai kodrat manusia yang paradoks. Di satu pihak manusia menuangkan potensi manusiawinya yang kreatif dalam kegiatannya, dilain pihak, produk-produk kegiatan kreatifnya itu menjadi benda yang berada di luar kontrol manusia yang menciptakannya yang menghambat kreativitas mereka selanjutnya.
Bagi Marx alienasi akan berakhir, bila manusia mampu untuk mengungkapkan secara utuh dalam kegiatannya untuk mereka sendiri, sehingga ekspolitasi dan penindasan tidak menjangkiti manusia lagi.
IV Kelas Sosial, Kesadaran Kelas, dan Perubahan Sosial
Salah satu kontradiksi yang paling mendalam dan luas yang melekat dalam setiap masyarakt di mana ada pembagian kerja dan pemilikan pribadi adalah pertentangan antara kepentingan-kepentingan materil dalam kelas-kelas sosial yang berbeda. Marx memang bukan orang pertama yang menmukan konsep kelas, tapi menurut Marx pembagian kelas dalam masyarakat adalah pembagian antara kelas-kelas yang berbeda, faktor yang paling penting mempengaruhi gaya hidup dan kesadaran individu adalah posisi kelas. Ketegangan konflik yang paling besar dalam masyarakat, tersembunyi atau terbuka adalah yang terjadi antar kelas yang berbeda, dan salah satu sumber perubahan sosial yang paling ampuh adalah muncul dari kemenangan satu kelas lawan kelas lainnya.
Marx beranggapan bahwa pemilikan atau kontrol atas alat produksi merupakan dasar utama bagi kelas-kelas sosial dalam semua tipe masyarakat, dari masyarakat yang primitif sampai pada kapitalisme modern.
Mengenai konsep kelas Marx, mengidentifikasikan tiga kelas utama dalam masyarakat kapitalis, yaitu buruh upahan, kapitalis, dan pemilik tanah. Kelas tersebut dibedakan berdasarkan pendapatan pokok yakni upah, keuntungan, sewa tanah untuk masing-masinnya. Selanjutnya Marx juga melakukan pembedaan antara dimensi obyektif dan subyektif antara kepentingan kelas. Kesadaran kelas merupakan satu kesadaran subyektif akan kepentingan kelas obyektif yang mereka miliki bersama orang-orang lain dalam posisi yang serupa dalam sistem produksi. Konsep “kepentingan” mengacu pada sumber-sumber materil yang aktual yang diperlukan kelas untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan individu. Kurangnya kesadaran penuh akan kepentingan kelas sangat berhubungan dengan penerimaan yang berkembang untuk mendukung kelas dominan dan struktur sosial yang ada. Pengaruh ideologi inilah yang memunculkan “kesadaran palsu”.
Bila nanti terjadi krisis ekonomi dalam sistem kapitalis, menurut Marx akan menjelaskan bahwa kontradiksi-kontradiksi internal dalam kapitalisme akan mencapai puncak gawatnya dan sudah tiba waktunya bagi kaum proletar untuk melancarkan suatu revolusi yang berhasil
VI Kritik Terhadap Masyarakat Kapitalis
Menurut Marx dalam Das kapital, ia menekankan bahwa untuk mengungkapkan dinamika-dinamika yang mendasar dalam sistem kapitalis sebagai sistem yang bekerja secara aktual, yang berlawanan dengan versi yang diberikan oleh para ahli ekonomi politik sangat bersifat naif.
Marx menerima teori nilai tenaga kerja dari nilai pasar suatu komoditi ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang menghasilkan produksi itu. nilai merupakan faktor utama menetukan harga komoditi.
Gagasan Marx dalam hal ini selanjutnya dikenal dengan istilah “surplus Value” atau teori nilai lebih yaitu pertukaran yang tidak proporsional antara nilai pakai dan nilai tukar. Dalam hal ini keuntungan yanng lebih besar dimiliki oleh para kapitalis, dan buruh tidak berkuasa atas nilai lebih yng telah dihasilkannya sebagai tenaga kerja.
Ketika Marx hidup waktu Di Eropa sedang terjadi revolusi industri, lalu dalam hal ini Marx melakukan kritik atas ekspansi kapitaslis dan korelasinya dengan krisis ekonomi. Menurut marx penggunaan mesin baru yang hemat buruh merusakkan keseimbangan antara kemampuan produktif dan permintaan, dan karena itu mempercepat krisis ekonomi. Selain itu juga menurut marx eskpansi Kapitalis akan membuat individu-individu semakin teralienasi. Dan paradoks atas kapitalisme akan
Kesehatan ^_^ (Wanita)
PENYAKIT DAN KELAINAN ALAT KANDUNGAN
1. VULVA DAN VAGINA
Kelainan-kelainan yang dapat mengganggu jalannya persalinan dan kehamilan adalah
A. Kelainan Bawaan :
Penyempitan vulva atau vagina akibat perlengketan dan parut karena peradangan atau perlukaan pada persalinan yang lalu.
Septum vagina yang vertikal-longitudinal, yang distal atau proksimal, yang komplit atau tidak komplit. Keadaan ini tidak menghalangi koitus sehingga kehamilan dapat terjadi, namun dapat menghalangi turunnya kepala waktu persalinan.
Struktur vagina yang menyempitkan vagina biasa dari bawaan lahir dan tidak begitu menghalangi persalinan. Striktur karena parut dapat menghalangi persalinan, kadang-kadang persalinan harus diselesaikan dengan seksio sesarea.
B. Varises atau pelebaran pembuluh darah vena yang bisa dijumpai pada tungkai, vagina, vulva, dan rectum.
Bahayanya dalam kehamilan dan persalinan adalah :
Bila pecah akan terjadi perdarahan sedikit atau banyak
Bila pecah dapat pula terjadi emboli udara dan ini bisa berakibat fatal.
Penanganan :
Jangan berdiri atau duduk terlalu lama
Jangan memakai ikat pinggang terlampau kencang (ketat)
Jalan-jalan dan senam hamil untuk memperlancar peredaran darah
Memakai kaos kaki atau pembalut tungkai elastic
Dapat diberikan obat-obatan: Venosan, Glyvenol, Venoruton dan Varemoid.
C. Edema
Adalah penumpukan cairan karena bendungan local atau sebagai edema umum. Penyebabnya bisa local atau umum misalnya karena mal-nutrisi, pre-eklamsi, dan eklamsi. Penyebab local dapat disebabkan tekanan kepala terutama pada persalinan yang lama/terlantar dan panggul sempit.
D. Hematoma
Seperti telah dikatakan bahwa dalam kehamilan pembuluh-pembuluh darah vena dapat mekar, baik yang berada dalam rongga panggul maupun yang di luar (genitalia eksternal). Dalam kehamilan, persalinan atau sesudah bersalin pembuluh darah ini dapat pecah, menyebabkan perdarahan keluar atau tertutup (hematoma). Perdarahan dan hematoma volva dan vagina bisa pula disebabkan trauma, baik trauma di luar maupun trauma dalam persalinan.
E. Peradangan
Peradangan yang dijumpai dapat berupa vulvitis, vaginitis, kolpitis atau vulvo-vaginitis, vulvo-kolpitis, dan servitis. Bisa juga dijumpai Bartholinitis dan abses. Kuman-kuman penyebabnya antara lain adalah :
Infeksi spesifik : sifilis, gonorea, trikomoniasis, kandidiasis, dan amubiasis.
Infeksi nonspesifik : eksema, pruritus vulvae, scabies, pedikulus publis, bartholinitis.
Pada infeksi tersebut di atas, wanita mengeluh adanya keputihan (fluor albus), demam, dan pada sifilis stadium II dijumpai kondilomata lata. Pada kehamilan, peradangan tersebut harus diobat. Obat yang diberikan harus dipikirkan apakah mempunyai efek buruk terhadap anak terutama dalam proses pertumbuhan organogenesis.
F. Kondilomata Akuminata
Kondilomata akuminata adalah pertumbuhan kulit dan selaput lendir seperti bunga kol atau jengger ayam jago, dengan permukaan kasar, papiler menonjol dengan warna agak gelap, berkumpul menjadi satu, dan disebut konglomerat. Penyebab pasti belum jelas, diduga disebabkan virus atau sebab lain. Jika kondilomata besar, dapat menghalangi kelangsungan persalinan. Oleh karena itu harus diobati :
Yang kecil : dieksisi atau dikikis dengan kuret
Yang besar : dieksisi lalu dikoterisasi
Di perifer, bila terdapat kondilomata yang kecil-kecil dan tidak begitu banyak, dikoter dengan albothyl
Kemudian diberi obat-obatan.
G. Kista Vagina
Biasanya berasal dari duktus Gartner atau duktus Muller, bisa berukuran kecil dan dapat menjadi besar sehingga bukan saja mengganggu pertumbuhan namun dapat pula menyukarkan persalinan. Bila dijumpai dalam kehamilan, penanganannya adalah :
Kehamilan muda : diekstirpasi setelah kehamilan 3-4 bulan
Dalam persalinan : jika kecil maka tidak menghalangi turunnya kepala, tidak mengganggu persalinan. Setelah 3 bulan pasca persalinan dilakukan ekstirpasi tumor. Bila besar dan menghalangi turunnya kepala, untuk mengecilkannya dilakukan aspirasi cairan tumor.
H. Fistula Obstetrik
Fistula obstetric bisa berupa : fistula vesiko-vaginalis, rekto-vaginalis, dan uretro-vaginalis. Dapat terjadi karena persalinan yang alam dan karena operasi. Pada persalinan, tekanan antara kepala dan tulang panggul pada jaringan lunak yang terlalu lama dapat menyebabkan jaringan tersebut oedematus, hematoma, dan akhirnya nekrosis. Beberapa hari atau minggu kemudian terjadilah fistula. Akibatnya wanita mengeluh beser kencing (inkotinensia urin) atau inkontinensia alvi (beser berak).
Wanita hamil dengan fistula: kehamilan dapat diteruskan dengan menjaga kebersihan selama hamil. Operasi plastic untuk menutup fistel dilakukan 3-6 bulan setelah bayi lahir.
Wanita yang hamil setelah operasi fistel (yang besar) tidak boleh melahirkan pervaginam karena akan menyebabkan bekas fistel terbuka lagi. Wanita ini ditolong dengan seksio sesarea.
2. KELAINAN UTERUS
A. Kelainan Kongenital :
Uterus didelfis : terdapat 2 korpus, 2 serviks, dan 2 vagina.
Uterus septus : 1 korpus, septum, 1 serviks, dan 1 vagina.
Uterus bikornis unikolis.
Uterus arkuatus.
Kelainan ini dapat mengganggu kehamilan dan persalinan. Misalnya terjadi abortus, partus prematurus dan kelainan his, kelainan letak dan posisi.
B. Kelainan Letak Rahim
Pada hamil tua, uterus membengkok dengan sumbunya ke kanan disebut latero-fleksi dekstra. Hal ini tidak menimbulkan gejala, kecuali agak mendesak dan kadang-kadang menekan pada ulu hati.
C. Perut gantung (abdomen pendulum)
Perut gantung dijumpai pada multipara atau grandemultipara karena melemahnya dinding perut. Makin tua kehamilan, uterus makin bertambah ke depan sehingga fundus uteri lebih rendah dari simfisis. Akibatnya terjadi kesalahan letak janin, kepala janin tidak masuk ke ruang panggul. Proses persalinan akan terganggu, baik pada kala I maupun pada kala II. Namun, bila kepala tidak memasuki pintu atau panggul serta his baik dan kuat; persalinan dapat berlangsung secara biasa, sekurang-kurangnya dapat dibantu dengan ekstraksi vakum atau forsipal.
Selama kehamilan, wanita ini dianjurkan memakai gurita-korset bengkung atau ikat perut yang agak ketat dan kencang, yang menyokong perut dari bawah.
D. Retrofleksia uteri gravida inkarserato (RUGI)
RUGI ialah uterus hamil yang semakin lama semakin besar terkurung dalam rongga panggul, tidak dapat keluar memasuki rongga perut. Terkurungnya uterus, mungkin uterus retrofleksi, tertahan karena adanya perlekatan-perlekatan atau oleh sebab lain yang tidak diketahui (fiksata). Gejala-gejala: gangguan miksi, defekasi, rasa sakit, dan penuh di dalam rongga panggul.
Keluhan muncul pada kehamilan di atas 16 minggu, dimana uterus hamil mengisi rongga panggul. Terdapat 4 kemungkinan dari nasib kehamilan.
1. Koreksi spontan : dimana pada kehamilan 3 bulan korpus dan fundus naik masuk ke dalam rongga perut.
2. Abortus : hasil konsepsi terhenti berkembang dan keluar, karena sirkulasi terganggu.
3. Koreksi tidak sempurna : dimana bagian yang melekat tetap tertinggal, sedangkan bagian uterus yang hamil naik masuk ke dalam rongga perut; disebut retrofleksia uteri gravidi partialis. Nasib kehamilan selanjutnya bisa : abortus, partus prematurus, terjadi kesalahan letak, dan bersalin biasa.
4. RUGI : Penanganan : Bila tidak terjadi perlekatan dapat dilakukan : Reposisi digital jika perlu dalam narkosa, Koreksi dengan posisi genu-pektoral selama 3 x 15 per hari atau langsung dikoreksi melalui vagina dengan 2 jari mendorong korpus uteri ke arah atas keluar rongga panggul, Posisi Trendelenberg dan istirahat, Reposisi operatif.
E. Prolapsus uteri
Descensus uteri atau turunnya uterus dapat dibagi dalam 3 tingkat :
Tingkat I : uterus turun dengan serviks uteri sampai introitus vaginae.
Tingkat II : sebagian uterus keluar dari vagina.
Tingkat III: uterus keluar seluruhnya dari vagina dengan inversio vaginae.
Kadang-kadang disertai pula dengan sistokel dan rektokel. Nasib kehamilan dengan prolapsus uteri :
Dapat terjadi keguguran, karena rahim yang membesar tetap dalam rongga panggul dan terjadi inkarserasi.
Kehamilan dapat berlangsung sampai a terme.
Persalinan dapat berjalan dengan lancar, namun sesekali terjadi kesulitan pada kala I dan kala II.
Yaitu : pembukaan berjalan pelan dan tidak sampai lengkap. Bila ada indikasi penyelesaian dapat dikerjakan insisi Duhrssen dan janin dilahirkan dengan ekstraksi vakum/forsep.
Koreksi prolaps dengan jalan operasi dilakukan setelah 3 bulan melahirkan.
F. Tumor Rahim
Mioma Uteri dan Kehamilan
Frekuensi mioma uteri sekitar 1%, biasanya dijumpai mioma yang kecil, namun bisa juga dengan mioma yang besar.
A. Pengaruh kehamilan dan persalinan pada mioma uteri :
1. Cepat bertambah besar, mungkin karena pengaruh hormon estrogen yang meningkat dalam kehamilan.
2. Degenerasi merah dan degenerasi karnosa : tumor menjadi lebih lunak, berubah bentuk, dan berwarna merah. Bisa terjadi gangguan sirkulasi sehingga terjadi perdarahan.
3. Mioma subserosum yang bertangkai oleh desakan uterus yang membesar atau setelah bayi lahir, terjadi torsi (terpelintir) pada tangkainya, yang menyebabkan gangguan sirkulasi dan nekrosis pada tumor. Wanita hamil merasakan nyeri yang hebat pada perut (abdomen akut).
4. Mioma yang lokasinya di belakang, dapat terdesak ke dalam kavum Douglasi dan terjadi inkarserasi.
B. Pengaruh mioma pada kehamilan dan persalinan :
1. Subfertil (agak mandul) sampai fertile (mandul), dan kadang-kadang hanya punya anak satu;
2. Sering terjadi abortus;
3. Terjadi kelainan letak janin dalam rahim;
4. Distosia tumor yang menghalangi jalan lahir;
5. Inersia uteri pada kala I dank ala II;
6. Atonia uteri setelah pasca persalinan, perdarahan banyak;
7. Kelainan letak plasenta;
8. Plasenta sukar lepas (retensio plasentae).
Penanganan :
1. Pada umumnya bersifat konservatif, kecuali bila ada indikasi yang derita seperti terjadinya abdomen akut karena torsi pada tangkai tumor.
2. Pada distosia karena mioma
3. Bila partus berjalan biasa, mioma diberikan selama masa nifask kecuali ada indikasi akut abdomen.
4. Operasi pengangkatan tumor secepatnya dilakukan setelah 3 bulan pasca persalinan.
5. Mioma yang tidak begitu besar, kadang-kadang dalam masa nifas akan mengecil sendiri, sehingga tidak memerlukan tindakan operatif.
G. Kanker Rakim
Kanker rahim yang sering dijumpai :
b. Kanker leher rahim (karsioma servisis uteri)
c. Kanker korpus rahim (karsioma korpus uteri).
Kanker, pada umumnya, dan kanker rahim, pada khususnya, memberikan pengaruh tidak baik terhadap kehamilan begitu pula sebaliknya.
Pengaruh kanker rahim pada reproduksi:
a. Kemandulan
b. Abortus
c. Menghambat pertumbuhan janin
d. Kelainan pada persalinan
e. Perdarahan dan infeksi.
Penanganan : Tindakan bergantung pada umur, paritas, tua kehamilan, dan stadium kanker.
a. Wanita yang relatif muda dan hamil tua dengan kanker stadium dini dapat melahirkan janin secara spontan.
b. Dalam triwulan I dijumpai kanker leher rahim; dilakukan abortus buatan; kemudian diberikan pengobatan radiasi.
c. Dalam triwulan II kehamilan; segera dilakukan histerotomi untuk mengeluarkan hasil konsepsi; kemudian diberikan dosis penyinaran.
d. Wanita relatif muda yang masih mendambakan tambahan anak dengan kanker leher rahim; dilakukan konisasi atau amputasi portio kemudian dikontrol dengan baik. Bila anak cukup sebaiknya dikerjakan histerektomi.
H. Kelainan Ovarium
Tumor ovarium mempunyai arti obstetrik yang lebih penting. Ovarium merupakan tempat yang paling banyak ditumbuhi tumor. Tumor ini dapat berupa kistik, padat, kecil, besar, dan memberikan pengaruh hormone; bisa jinak dan ganas. Yang sering dijumpai adalah : kista ovarii dan kista dermoid. Kista ovarii dapat menjadi besar sekali, yang disebut kista ovarii permagna.
Pengaruh terhadap kehamilan dan persalinan :
Tumor yang besar dapat menghambat pertumbuhan janin sehingga menyebabkan abortus, partus prematurus.
Tumor yang bertangkai, karena pembesaran atau pengecilan uterus setelah persalinan; terjadi torsi dan menyebabkan rasa nyeri, nekrosis, dan infeksi yang disebut abdomen akut.
Dapat menyebabkan kelainan-kelainan letak janin.
Tumor kistik dapat pecah karena trauma luar atau trauma persalinan.
Tumor besar dan berlokasi di bawah, dapat menghalangi persalinan.
Penanganan berdasarkan pada
a. kemungkinan adanya keganasan,
b. kemungkinan torsi dan abdomen akut, dan
c. kemungkinan menimbulkan komplikasi obstetric, maka :
Tumor ovarium dalam kehamilan yang lebih besar dari telur angsa harus dikeluarkan.
Waktu yang tepat untuk operasi adalah antara kehamilan 16-20 minggu.
Operasi yang dilakukan pada umur kehamilan di bawah 20 minggu harus diberikan substitusi progesteron
1. Beberapa hari sebelum operasi.
2. Beberapa hari setelah operasi, sebab ditakutkan korpus luteum terangkat bersama tumor yang dapat menyebabkan abortus.
Operasi darurat apabila terjadi torsi dan abdomen akut.
Bila tumor agak besar dan lokasinya di bagian bawah akan menghalangi persalinan, penanganan yang dilakukan :
A. Coba reposisi, kalau perlu dalam narkosa.
B. Bila tidak bisa, persalinan diselesaikan dengan seksio sesarea.
1. Definisi Anemia Defisiensi Fe pada Ibu hamil
Anemia didefinisikan sebagai penurunan jumlah sel darah merah atau penurunan konsentrasi hemoglobin didalam sirkulasi darah. Definisi anemia yang diterima secara umum adalah kadar Hb kurang dari 12 g/dl untuk wanita tidak hamil dan 11 g/dl untuk wanita hamil pada trimester pertama dan ketiga dan 10,5 g/dl pada trimester kedua. Anemia di golongkan menjadi anemia ringan jika Hb 9-10 g/dl, anemia sedang jika Hb 7-8 g/dl dan anemia berat jika Hb kurang dari 7 g/dl. Anemia defisiensi besi (ADB) adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam sel darah berada dibawah normal, yang disebabkan karena kekurangan zat besi.
2. Etiologi Anemia Defisiensi Fe Pada Ibu Hamil
Anemia defisiensi Fe disebabkan oleh beberapa hal antara lain hipervolemia yang terjadi pada saat kehamilan. Pada wanita hamil sehat volume darah meningkat 1,5 liter. Peningkatan volume tersebut terutama terjadi akibat peningkatan plasma bukan peningkatan jumlah sel eritrosit. Walaupun ada peningkatan jumlah eritrosit dalam sirkulasi yaitu sekitar 450 ml atau 33%, tetapi tidak seimbang dengan peningkatan volume plasma sehingga terjadi hemodelusi. Pada awalnya, volume plasma meningkat pesat dari usia gestasi sekitar 6 minggu, kemudian laju peningkatan melambat. Sementara eritrosit mulai meningkat pada trimester kedua dan lajunya memuncak pada trimester ketiga.
Hipervolemia yang diinduksi oleh kehamilan mempunyai beberapa fungsi penting antara lain; mengisi ruang vaskular di uterus, jaringan pembuluh di payudara, otot, ginjal dan kulit. Hipervolemia juga mengurangi efek pengeluaran hemoglobin pada persalinan. Penurunan kekentalan darah memperkecil resistensi terhadap aliran sehingga kerja jantung untuk mendorong darah menjadi lebih ringan. Faktor lain dari pengebab defisiensi Fe adalah meningkatnya kebutuhan Fe ibu hamil. Kandungan besi total pada wanita dewasa normal berkisar dari 2,0 – 2,5 g. Umumnya cadangan besi wanita normal sekitar 300 mg. Kebutuhan besi pada kehamilan normal sekitar 1000 mg. 300 mg secara aktif ditransfer ke janin dan plasenta dan sekitar 200 mg hilang sepanjang berbagai jalur ekskresi normal. Untuk penambahan rata-rata volume total eristrosit membutuhkan kira-kira 500 mg besi. Jumlah total 1000 mg jelas melebihi cadangan besi pada sebagian wanita. Anemia defisiensi besi bisa semakin diperberat dengan kurangnya asupan besi dalam makanan dan perdarahan.
3. Pengaruh Anemia Dalam Kehamilan
Dalam masa kehamilan terdapat pembentukan jaringan baru pada ibu dan jaringan konseptus (Janin, plasenta, selaput ketuban, dan jaringan lain), selain itu terjadi peningkatan metabolisme untuk mempertahankan jaringan yang tumbuh tersebut. Dengan meningkatnya metabolisme maka kebutuhan akan oksigen semakin meningkat. Jika ibu kekurangan Fe maka pembentukan Hemoglobin terhambat, sementara hemoglobin berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Apabila janin mengalami kekurangan oksigen, janin akan beradaptasi dengan mengubah aktivitas metaboliknya agar dapat bertahan hidup. Perlambatan pertumbuhan dan penurunan pengeluaran energi merupakan bagian dari adaptasi ini. Oleh karena itu defisiensi Fe dapat berakibat abortus, persalinan prematur, hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim, kematian intrauterin, berat badan bayi rendah, dan cacat bawaan.
Pada saat persalinan yang juga terjadi peningkatan metabolisme kekurangan Fe dapat berakibat inersia uteri dan atonia uteri. Begitu juga pada saat nifas, kekurangan Fe dapat berakibat meningkatkan infeksi nifas.
Kesimpulan
1. Anemia à kadar Hb kurang dari 12 g/dl untuk wanita tidak hamil dan 11 g/dl untuk wanita hamil pada trimester pertama dan ketiga dan 10,5 g/dl pada trimester kedua.
2. Anemia di golongkan menjadi anemia ringan jika Hb 9-10 g/dl, anemia sedang jika Hb 7-8 g/dl dan anemia berat jika Hb kurang dari 7 g/dl.
3. Anemia defisiensi besi (ADB) adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam sel darah berada dibawah normal, yang disebabkan karena kekurangan zat besi
4. Kurang zat besi diakibatkan oleh Hipervolemi, kebutuhan zat besi meningkat, kurangnya zat besi dalam makanan, dan perdarahan
5. Anemia dalam kehamilan memberi pengaruh kurang baik bagi janin dan ibu, baik dalam kehamilan, persalinan maupun dalam nifas
Penyakit Kardiovaskuler : Sistem Kerja Jantung
Kardiovaskuler berasal dari kata cardio dan vascular. Cardio berarti jantung, vascular berarti pembuluh darah. Dengan demikian, kardiovaskuler artinya pembuluh darah yang berhubungan dengan jantung. Kardiovaskuler di sini adalah penyakit-penyakit pembuluh darah yang mempunyai hubungan langsung dengan kerja jantung. Bisa pula diartikan sebagai penyakit gangguan jantung. Gangguan-gangguan pada pembuluh darah dapat memberikan efek negatif terhadap jantung, yakni jantung mengalami kelelahan dalam memompa darah. Akibat paling fatal dari kasus ini adalah kematian.
Bahkan di Amerika, menurut Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS, dikatakan bahwa bahwa pada tahun 2001, terdapat 930 ribu penduduk Amerika yang meninggal karena penyakit kardiovaskuler. Sedangkan pada tahun 2005, menurut World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskuler diperkirakan telah menyebabkan kematian sebanyak 17,5 juta jiwa di seluruh dunia atau sekitar 30% dari seluruh penyebab kematian di dunia. Karena itu diperkirakan pada tahun 2015, akan ada hampir 20 juta jiwa yang mati akibat penyakit kardiovaskuler, jika tidak ada tindakan nyata yang dilakukan untuk mencegahnya.
Untuk membantu memahami penyakit-penyakit pembuluh darah yang berakibat fatal terhadap jantung, ada baiknya diketahui lebih dulu cara kerja jantung. Jantung bekerja memompa darah melalui jaringan pembuluh darah ke seluruh bagian tubuh. Jantung terbagi menjadi dua bagian, yaitu serambi (atrium) dan bilik (ventrikel). Serambi terdiri dari serambi kiri dan serambi kanan. Demikian pula dengan bilik, terbagi menjadi bilik kiri dan kanan. Serambi kiri menerima darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan diteruskan ke bilik kiri, selanjutnya darah dipompakan melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, serambi kanan menerima darah batik dari seluruh tubuh, diteruskan ke bilik kanan untuk dipompakan ke paru-paru, agar mendapat oksigen baru dan membuang sisa zat berbentuk gas yang berasal dari dalam tubuh.
Dengan demikian, dalam tubuh dikenal dua siklus peredaran darah yang terjalin secara paralel. Pertama, peredaran darah jaringan tubuh dengan pompa sentralnya di jantung kiri yang mengalirkan darah kaya oksigen. Kedua, peredaran bahan nutrisi dan zat makanan ke seluruh tubuh melalui jaringan jantung kanan, kemudian ke paru-paru dengan pompa sentralnya jantung sebelah kanan. Sistem pembuluh darah yang menyalurkan darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh dikenal dengan nama sistem arteri. Jaringan pembuluh darah batik yang menyalurkan darah dari seluruh bagian tubuh ke jantung dikenal dengan sistem vena.
Peredaran darah, baik dalam sistem arteri maupun sistem vena, merupakan rangkaian kesatuan yang berhubungan secara seri dalam dua siklus peredaran darah yang terjalin secara paralel. Masing-masing disebut sistem sirkulasi tubuh (peredaran darah besar) yang terbagi lagi dalam peredaran darah ke setiap organ, misalnya ke otak, ginjal, kaki, atau tangan. Khusus peredaran darah ke otot jantung merupakan salah satu bagian dari sistem sirkulasi tubuh dan dikenal sebagai sirkulasi darah koroner karena darah dialirkan melalui arteri koronaria ke dalam otot jantung.
Arteri koronaria itu sendiri memiliki dua pangkal utama, kiri dan kanan, masing-masing dari pangkal aorta, yaitu arteri utama yang keluar dari jantung, berfungsi mengalirkan darah ke dalam otot jantung atau miocard. Vitalitas dan kemampuan kerja miocard sangat tergantung pada darah yang dialirkan oleh arteri koronaria ke otot jantung. Jika otot jantung yang berfungsi sebagai tenaga pompa jantung tidak memperoleh suplai darah yang cukup, misalnya disebabkan penyempitan pembuluh darah, miocard melemah. Kasus ini disebut penyakit jantung koroner (PJK).
Berikut ini beberapa faktor penyebab penyempitan pembuluh darah :
1. Penyempitan pembuluh darah biasanya terjadi akibat proses arterosclerosis, yaitu terbentuknya bercak menebal pada dinding pembuluh arteri bagian dalam, sehingga mempersempit aliran darah ke otot jantung. Penyempitan itu bisa terus menebal hingga menutupi aliran darah dalam arteri koronaria, yang akhirnya membunuh jantung. Proses arterosclerosis sering terjadi akibat faktor usia, yakni faktor yang tidak bisa dicegah karena proses alamiah.
2. Faktor bawaan sejak lahir. Faktor ini juga sulit untuk dikendalikan.
3. Terjadinya penumpukan kolesterol yang sebenarnya dibutuhkan untuk memelihara kelangsungan fungsi-fungsi organ. Meskipun demikian, jika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi, akan mempermudah terjadinya bercak pada dinding dalam arteri koronaria.
Gambaran klinis atau gejala yang timbul akibat arterosclerosis sangat tergantung pada berat ringannya penyumbatan. Pada penyumbatan yang berat biasanya terjadi infark miocard accut atau kematian pada otot jantung, ditandai dengan angina pectoris, nyeri dada yang berlangsung selama 1-5 menit, kadang-kadang bisa 10-15 menit.
Serangan nyeri dada dirasakan di daerah tengah, kadang-kadang menjalar ke dada bagian kiri, kemudian dada bagian kanan sampai ke lengan kiri, lengan kanan, dan leher, bahkan sampai rahang bagian bawah dan bagian atas perut. Nyeri dada ini terasa seperti perasaan nyeri yang dalam atau seperti ada beban berat di dada. Keluhan ini biasanya timbul ketika penderita melakukan kegiatan fisik, seperti naik tangga, dan nyeri segera hilang jika beristirahat. Dalam keadaan seperti ini penderita harus segera dirawat di rumah sakit, agar mendapat pertolongan. Berat ringannya kegawatan tergantung pada luas bagian miocard yang mengalami kerusakan. Jika penyempitan pembuluh darah pada miocard lebih dari enam jam, kerusakan jaringan otot jantung yang merembet ke dinding jantung sulit untuk normal kembali, bahkan akan mengalami kerusakan permanen.
Gejala Kardiovaskuler
Berbagai gejala yang timbul akibat sistem peredaran darah jantung (kardiovaskuler) yang terganggu sebagai berikut
A. Angina Pectoris (Nyeri Dada)
Gejala angina pectoris berupa nyeri dada akibat infark miocard acad. Pemeriksaan pada kasus ini biasanya dilakukan dengan melihat bidang dada, bahu, dan leher. Jika terjadi ketidak-harmonisan, dokter mencurigainya sebagai serangan jantung. Serangan ini biasanya berlalu setelah 130 menit diberikan notroglycerin. Pada kasus non-coroner, gejala ini bisa terjadi akibat emboli (gelembung) yang mengganggu pembuluh darah paru, neurotic pada aorta, gangguan pada perut (gastrointestinal), dan masalah psikologis.
B. Dyspnea (Kesulitan Bernapas)
Gejala ini sering menandakan kegagalan jantung, akibat otot jantung tidak mampu bekerja dengan baik. Untuk mengatasi masalah ini, penderita harus tidur telentang dan kepalanya diganjal dua atau tiga bantal. Kesulitan bernapas ini sering, diakibatkan oleh tidak efektifnya jantung memompa darah, sehingga paru-paru kekurangan darah. Di samping akibat lemah jantung, gejala ini bisa karena pembesaran jantung.
C. Palpitation (Jantung Berdebar)
Gejala palpitation berupa rasa seperti tertumbuk di rongga dada dan jantung. Jika dilihat dengan mata telanjang, penyebabnya sulit diketahui secara pasti, karena sangat banyak kemungkinan penyebabnya. Karenanya perlu dilakukan pemeriksaan kecepatan debar jantung dan frekuensinya, serta berbagai faktor penyebab lainnya.
D. Syncope (Pingsan)
Penderita syncope (pingsan) bisa sampai kehilangan kesadaran. Ditinjau dari etimologi, penyakitnya bisa disebabkan gangguan detak jantung, gangguan dinding jantung, dan tekanan darah tinggi, sehingga detak jantung menjadi tidak berirama atau tidak beraturan.
E. Fatigue (Keletihan)
Gejalanya berupa gagal jantung yang di sebabkan terganggunya fungsi katup mitral pada jantung, klep paru, atau klep aorta yang selalu diikuti oleh gejala (symptom) anemia, yang menyebabkan penderita lemah dan tidak bergairah.
F. Cough (Batuk-batuk)
Cough atau batuk-batuk disebabkan tidak terkendalinya produksi lendir karena tingginya tekanan darah di paru-paru, yang salah satunya akibat tekanan darah tinggi. Dalam kasus ini terjadi penumpukan lendir dalam paru-paru. Gejalanya yang timbul antara lain penderita merasa sesak dan sakit di dada bagian tengah.
G. Hemoptysis (Darah Berbusa)
Gejala ini terjadi akibat adanya gangguan pada katup mitral, infark paru, atau emboli pada paru. Gejala ini diduga memiliki hubungan yang signifikan dengan tuberculosis yang diderita pasien.
H. Cyanosis (Kadar Hemoglobin Menurun)
Turunnya kadar hemoglobin dalam pembuluh darah menimbulkan gejala peradangan pada mata, mulut, dan bibir. Untuk mengetahui penyebabnya perlu dilakukan penelitian intensif. Biasanya gejala ini terjadi akibat produksi darah merah dalam tubuh tidak normal.
I. Edema (Lendir Berkumpul)
Akibat pengumpulan lendir di pembuluh darah, pengiriman darah ke vena terganggu. Pada kondisi ini cairan dapat masuk ke pembuluh kapiler dan menyebabkan paru-paru dan pembuluh darah halus di sekitarnya terganggu. Jantung pun menjadi lemah akibat suplai darah yang dikirim paru-paru ke serambi kiri berkurang.
________________________________________
Tugas Daurah Marhala
Diabetes memang kerap kali menyerang ibu hamil. Masalahnya, ketika hamil, diabetes juga bisa berpengaruh terhadap janin. Apa saja sih risiko yang mungkin terjadi jika seorang ibu hamil terkena diabetes?
Risikonya pada Ibu. Untuk calon ibu, risiko yang mungkin terjadi akibat diabetes adalah:
• Pre-eklampsia.
• Persalinan prematur
• Cairan ketuban berlebihan (hidramnion).
• Infeksi saluran kemih.
• Infeksi vagina berupa keputihan karena jamur yang berulang.
Risiko pada Janin. Apapun yang terjadi pada calon ibu, janin pasti turut merasakan akibatnya. Hati-hati, sebab diabetes bisa membuat janin di perut Anda mengalami:
• Pertumbuhannya terhambat.
• Lahir besar atau giant baby (makrosomia) sehingga harus dilahirkan secara caesar. Ini akibat janin menerima pasokan gula berlebih dari ibu, diubah menjadi protein dan lemak, sehingga membuatnya besar.
• Cacat bawaan, peluangnya 3 kali lebih besar dari kehamilan normal.
• Meningkatnya kadar bilirubin.
• Sindroma gangguan napas. Kelebihan insulin menghambat kerja hormon kortisol yang berfungsi mematangkan paru-paru janin. Akibatnya, paru-paru janin belum matang di usia 38 minggu. Risikonya, terjadinya sindroma gawat napas. Cegah dengan melakukan pemeriksaan air ketuban untuk memantau kematangan paru-paru janin.
• Kekurangan glukosa dan kalsium.
• Kelainan jantung.
• Kelainan neurologik dan psikologik pada bayi di kemudian hari.
• Kematian mendadak di kandungan (sudden death), akibat darahnya kekurangan oksigen dan kelebihan asam laktat. Ini risiko jika kadar gula darah ibu tidak terkontrol.
Pantau Ekstra Janin. Lalu apa yang harus Anda lakukan untuk menyelamatkan bayi dari risiko yang ditimbulkan akibat diabetes?
• Pemeriksaan USG (ultrasonografi) pada usia kehamilan 16 dan 20 minggu.
• Pemeriksaan serial setiap 2 minggu sejak kehamilan 34 minggu.
• Pemeriksaan serial setiap minggu setelah kehamilan 36 minggu, berupa rekaman jantung janin (kardiotokografi), pemeriksaan janin dan fungsi plasenta (profil biofisik) dengan USG Doppler.
• Mulai kehamilan 38 minggu dilakukan pemeriksaan cairan ketuban (amniosintesis) untuk menilai kematangan paru-paru janin.
Amal Jama'i
Amal jama’i bukanlah bekerja sendiri-sendiri dalam suatu kelompok. Amal jama’i adalah suatu pekerjaan oleh orang-orang yang terstruktur, satu komando, satu perintah, dan ada spesialisasi da’wah.
Amal Jama’i (gerakan bersama) secara bahasa berarti “sekelompok manusia yang berhimpun bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama.”
Al-‘amalul al-jamaa’i berarti bekerja sama berdasarkan kesepakatan dan bekerja bersama-sama sesuai tugas yang diberikan untuk memantapkan amal. Jadi, Al-‘amalul al-jamaa’i mendistribusikan amal (pekerjaan) kepada setiap anggota berdasarkan potensi yang dimilikinya untuk mencapai tujuan.
Dalam kehidupan, amal jama’i (gerakan bersama) adalah sebuah kemestian. Tidak ada satu orang pun dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan pertolongan orang lain. Orang yang kaya membutuhkan si miskin untuk membantu tugas-tugas sehari-harinya. Orang miskin pun membutuhkan orang kaya.
Jika dalam kehidupan saja kita tidak terlepas dari amal jama’i, maka dalam sebuah perjuangan mencapai tujuan tertentu, atau cita-cita tertentu, maka amal jama’i lebih sangat dibutuhkan. Para pendahulu kita dahulu tidak mungkin dapat mewujudkan Indonesia Merdeka tanpa adanya amal jama’i (kerja sama). Demikian juga, sehebat apapun seorang Nabi atau Rasul tidak mungkin dapat mewujudkan negara Madinah tanpa adanya kerja sama antara kaum muslimin, terutama kaum Muhajirin dan Anshar. Oleh karena itu kerja sama atau amal jama’i mutlak dilakukan dalam mewujudkan sebuah cita-cita atau tujuan.
Dengan demikian, amal jama’i ini memiliki beberapa buah ciri sebagai berikut:
1. Aktivitas yang dijalankannya harus berdasarkan keputusan jamaah
2. Mempunyai sistem organisasi yang lengkap dan aktivitas dijalankan secara rapi dan tersusun
3. Tindakan dan kegiatannya sesuai dengan strategi pendekatan yang telah digariskan oleh jamaah
4. Seluruh kegiatannya bertujuan untuk mencapai cita-cita yang telah ditetapkan bersama.
Kemudian, tujuan dari amal jama’i antara lain:
1. Distribusi pembagian tugas (Tau zii’ul ‘amal)
2. Meringankan beban da’wah (Tahfiiful a’baaidda’wah)
3. Menumbuhkan potensi (tau thifuthaqqah)
Lalu, apa sebenarnya yang mengharuskan kita ber-amal jama’i? Untuk tahu lebih dalam mengenai alasan ber-amal jama’i, mari kita simak ulasan berikut ini:
Pertama, Dustur Illahi. “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung” (Q.S Ali Imran: 104). Dalam ayat ini Allah telah mengisyaratkan tentang wajibnya melaksanakan dakwah secara amal jama’i.
Kedua, karena amal jama’i adalah tabiat alam (natural). Tata surya adalah amal jama’i. “Ada yang memimpin dan ada yang dipimpin.” Amal Jama’i adalah sebuah sunnatullah. Bangsa semut tidak dapat membuat sarang atau menyimpan makanan tanpa adanya kerjasama di antara mereka. Bila kita melihat kehidupan semut, betapa mereka ulet dan saling bergotong royong dalam bekerja. Bahkan bila seekor semut bertemu dengan kawannya dia berhenti sejenak dan saling besalaman. Demikian juga pada kehidupan lebah, mereka mempunyai tugas masing-masing dalam mengembangkan dirinya dan di antara mereka tercipta kerjasama yang harmonis dalam bekerja.
Ketiga, karena manusia adalah makhluk sosial. Meskiupun nabi Adam telah disediakan segala kenikmatan surga, namun beliau masih saja merasa kurang jika tidak ada teman dalam hidupnya. Sehingga Allah menciptkan Hawa sebagai teman hidupnya. Demikian pula kita dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat hidup sendiri, melainkan membutuhkan bantuan orang lain.
Keempat, Dakwah secara jama’ah adalah dakwah yang paling efektif dan sangat bermanfaat bagi Gerakan Islam. Sebaliknya da’wah secara sendirian akan kurang pengaruhnya dalam usaha menanamkan ajaran Islam pada umat manusia.
Kelima, ber-amal jama’i (bergerak secara bersama) akan memperkuat orang-orang yang lemah dan menambah kekuatan bagi orang-orang yang sudah kuat. Satu batu bata saja akan tetap lemah betapapun matangnya batu bata tersebut. Ribuan batu bata yang berserakan tidak akan membentuk kekuatan, kecuali jika telah menjadi dinding, yaitu antara batu bata yang satu dengan yang lain telah direkat dan ditata secara rapi. Allah Ta’ala berfirman, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (Q.S Al Maaidah: 2).
Ali Bin Abi Thalib
malam ini kembali terjaga, akibat yang aku hasilkan dari kelalaian ku sore tadi. ya tadi selepas solat maghrib aku tertidur, tertidur cukup pulas. mungkin karena kondisi tubuhku yang saat ini memang kurang begitu sehat yang membuatku cukup mudah untuk tertidur. jam sembilan kurang 15 menit, aku terbangun, keluar kamar dan mendengar riuh tawa dari isi rumah yang sedang menonton Opera Van Java, acara yang seolah mau tidak mau ditonton bersama, dan aku lebih senang mereka menonton acara komedi ini ketimbang menonton sinetron yang minim kualitas. kadang aku heran dan salut kepada para pemain OVJ, setiap hari mereka tampil di depan TV, berusaha menghibur pemirsa agar tak lari ke program lain.
mereka tertawa, bercanda menghibur pemirsa seolah dalam kehidupan sehari-hari mereka juga dipenuhi hal yang sama. aku sih yakin mereka bukannya tak memiliki masalah dalam hidup, hanya saja sikap profesionalitas kerja yang mereka miliki mampu mengelabui mata penonton yang juga sebenarnya tak begitu peduli dengan perasaan hati sang pelawak.
aku terbangun, dan teringat akan sebuah agenda yang aku diundang untuk hadir ke sana. aku memang merencanakan untuk tidak hadir ke agenda tersebut dikarenakan memamng kondisi tubuhku yang hari ini agak sulit diajak kerjasama untuk berkegiatan normal. yang aku sesali adalah aku belum memberikan kabar mengenai ketidak-hadiranku malam ini. sesaat setelah mengingatnya, langsung kuraih ponsel, dan kukirim pesan singkat kepada sang ketua bahwa malam ini aku berhalangan hadir pada pertemuan perdana malam ini. ya, malam ini adalah pertemuan perdana kami sebagai satu keluarga baru. bagiku ini adalah pengalaman pertama, karena hampr 6 tahun aku membatasi diri pada aktivitas di kampus, dan kini saatnya aku mngabdikan diri untuk lingkungan terdekatku. walau aku terbilang baru, namun tanpa ampun, mereka langsung memberikan satu amanah yang cukup berat buatku. yah, aku tak bisa bilang tidak, karena ini bukan untuk ditolak. aku terima dan aku coba tuk jalani peran baru yang aku terima dalam sepenggal episode kehidupanku.
tak lama setelah aku mengirim pesan singkat kepada sang ketua, aku mereasakan perutku berteriak meminta haknya. aku memang belum makan sejak tadi siang. tepatnya belum makan nasi dan kawanannya. aku lihat ke lemari makanan dan kudapati tak ada makanan tersisa. bahkan sesuap nasi pun tak ada, malangnya. namun kemalangan itu tak berlangsung lama, karena sesaat kemudian muncul adikku membawa sebungkus kwetiau rebus yang dibelinya di Depot Mie Surabaya. hmmm… ini salah satu kebiasaan yang aku sukai dari adikku, setiap ia gajian selalu ia membelikan untukku menu favoritku ini. Alhamdulillah, langsung saja kuambil mangkuk tuk mewadahi kwetiau super pedas porsi besar ini dan kunikmati tiap lembar kwetiau yang masuk ke mulutku.
lagi asik menikmati kwetiau kesukaanku ini, ibuku keluar kamar untuk menggambil sebotol air, meminumnya tuk punahkan dahaga. melihatnya, aku ke dapur dan mengambil sebuah garpu yang aku siapkan untuknya. aku ajak ibuku tuk juga menikmati kwetiau lezat ini berdua. namun sayang ibu sudah kenyang, jadi tak bisa lama menikmati makan malamku ini. ia pun kembali memasuki kamar tidur setelah memastikan pintu dan jendela terkunci dan kemudian berpesan agar aku tak begadang. sayangnya nasihatnya tak aku jalani malam ini. maafin aku ya bu.
selesai ku memenuhi hak tubuhku malam ini, walau sebenarnya sudah banyak yang mengingatkanku untuk tidak makan berat pada malam hari, namun apa daya lapar tak sanggup kutahan hee. kubuka laptop kesayanganku. kumatikan televisi, kunyalakan mp3 dan memilih beberapa lagu favorit tuk mendukung suasana hening malam ini sambil sesekali memantau lini masa di media sosial, membalas beberapa pesan, mengomentari beberapa kicauan, dan membaca beberapa artikel hingga kemudian aku memulai menuliskan tulisan ini. namun belum bisa aku tampilkan apa yang telah aku tulis malam ini, bukan karena tak percaya diri, namun karena khawatir tulisanku ini menimbulkan banyak persepsi yang tak sejalan dengan maksud hati. mungkin suatu saat nanti jika telah tiba masa yang tepat, aku bisa menampilkan tulisanku ini.
sedang asyiknya mengetik, hape ku berbunyi. datang pesan dari seorang kawan yang menanyakan tentang suatu hal. isi pesannya adalah, “Aslm ka tau lima jenis makhluk yang berjalan d muka bumi. tp tak ada 1 makhluk tersebut yg dilahirkan dr kandungan? mohon jawabnya ka.” awalnya aku kurang mengerti dengan pertanyaannya namun aku baru ingat kalau yang ia tanyakan adalah sebuah pertanyaan yang pernah ditanyakan oleh tiga orang yahudi kepada khalifah umar bin Khattab. aku sempat berpikir, anak ini bertanya kepadaku karena benar-benar tidak tahu dan ingin bertanya atau sekedar ngetes. tapi aku berhusnuzhon saja dan memang tak ada salahnya juga kujawab.
aku menjawab bahwa kelima makhluk tersebut adalah Nabi adam, Siti Hawa, unta Nabi Shaleh, Domba Nabi Ibrahim, dan tongkat Nabi Musa yang kemudian menjelma menjadi ular. setelah mendapati jawaban dariku, kawanku ini langsung berucap terima kasih sambil sedikit memujiku. nah aku ingin sedikit mengutip kisah pertanyaan dari pendeta Yahudi tersebut kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib. kisah ini memberikan hikmah kepada kita betapa pentingnya untuk menjadi orang yang berilmu dan memiliki wawasan luas
ini merupakan salah satu kisah yang dituliskan dalam kitab Qishasul Anbiya yang tercantum dalam kitab Fadha ‘ilul Khamsah Minas Shihahis Sittah. diceritakan pada saat Umar bin Khattab memangku jabatan sebagai Amirul Mukminin, pernah datang kepadanya beberapa orang pendeta Yahudi. Mereka berkata kepada Khalifah, “Hai Khalifah Umar, anda adalah pemegang kekuasaan sesudah Muhammad dan sahabatnya, Abu Bakar. Kami hendak menanyakan beberapa masalah penting kepada anda. Jika anda dapat memberi jawaban kepada kami, barulah kami mau mengerti bahwa Islam merupakan agama yang benar dan Muhammad benar-benar seorang Nabi. Sebaliknya, jika anda tidak dapat memberi jawaban, berarti bahwa agama Islam itu bathil dan Muhammad bukan seorang Nabi.
“Silahkan bertanya tentang apa saja yang kalian inginkan,” sahut Khalifah Umar.
“Jelaskan kepada kami tentang induk kunci (gembok) mengancing langit, apakah itu?” Tanya pendeta-pendeta itu, memulai pertanyaan-pertanyaannya. “Terangkan kepada kami tentang adanya sebuah kuburan yang berjalan bersama penghuninya, apakah itu? Tunjukkan kepada kami tentang suatu makhluk yang dapat memberi peringatan kepada bangsanya, tetapi ia bukan manusia dan bukan jin! Terangkan kepada kami tentang lima jenis makhluk yang dapat berjalan di permukaan bumi, tetapi makhluk-makhluk itu tidak dilahirkan dari kandungan ibu atau induknya! Beritahukan kepada kami apa yang dikatakan oleh burung puyuh (gemak) disaat ia sedang berkicau! Apakah yang dikatakan oleh ayam jantan dikala ia sedang berkokok! Apakah yang dikatakan oleh kuda disaat ia sedang meringkik? Apakah yang dikatakan oleh katak diwaktu ia sedang bersuara? Apakah yang dikatakan oleh keledai disaat ia sedang meringkik? Apakah yang dikatakan oleh burung pipit pada waktu ia sedang berkicau?”Khalifah Umar menundukkan kepala untuk berpikir sejenak, kemudian berkata, “Bagi Umar, jika ia menjawab ‘tidak tahu’ atas pertanyaan-pertanyaan yang memang tidak diketahui jawabannya, itu bukan suatu hal yang memalukan!”Mendengar jawaban Khalifah Umar seperti itu, pendeta-pendeta Yahudi yang bertanya berdiri melonjak-lonjak kegirangan, sambil berkata, “Sekarang kami bersaksi bahwa Muhammad memang bukan seorang Nabi, dan agama Islam itu adalah bathil!” Salman Al-Farisi yang saat itu hadir, segera bangkit dan berkata kepada pendeta-pendeta Yahudi itu: “Kalian tunggu sebentar!”
Ia cepat-cepat pergi ke rumah Ali bin Abi Thalib. Setelah bertemu, Salman berkata: “Ya Abal Hasan, selamatkanlah agama Islam!”
Imam Ali r.a. bingung, lalu bertanya: “Mengapa?”
Salman kemudian menceritakan apa yang sedang dihadapi oleh Khalifah Umar bin Khattab. Imam Ali segera saja berangkat menuju ke rumah Khalifah Umar, berjalan lenggang memakai burdah (selembar kain penutup punggung atau leher) peninggalan Rasulullah SAW. Ketika Umar melihat Ali bin Abi Thalib datang, ia bangun dari tempat duduk lalu buru-buru memeluknya, sambil berkat,: “Ya Abal Hasan, tiap ada kesulitan besar, engkau selalu kupanggil!”
Setelah berhadap-hadapan dengan para pendeta yang sedang menunggu-nunggu jawaban itu, Ali bin Abi Thalib herkata, “Silahkan kalian bertanya tentang apa saja yang kalian inginkan. Rasulullah SAW sudah mengajarku seribu macam ilmu, dan tiap jenis dari ilmu-ilmu itu mempunyai seribu macam cabang ilmu!”Pendeta-pendeta Yahudi itu lalu mengulangi pertanyaan-pertanyaan mereka. Sebelum menjawab, Ali bin Abi Thalib berkata, “Aku ingin mengajukan suatu syarat kepada kalian, yaitu jika ternyata aku nanti sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian sesuai dengan yang ada di dalam Taurat, kalian supaya bersedia memeluk agama kami dan beriman!” “Ya baik!” jawab mereka.“Sekarang tanyakanlah satu demi satu,” kata Ali bin Abi Thalib.
Mereka mulai bertanya, “Apakah induk kunci (gembok) yang mengancing pintu-pintu langit?”“Induk kunci itu,” jawab Ali bin Abi Thalib, “ialah syirik kepada Allah. Sebab semua hamba Allah, baik laki-laki ataupun wanita, jika ia bersyirik kepada Allah, amalnya tidak akan dapat naik sampai kehadirat Allah!”Para pendeta Yahudi bertanya lagi, “Anak kunci apakah yang dapat membuka pintu-pintu langit?”
Ali bin Abi Thalib menjawab, “Anak kunci itu ialah kesaksian (syahadat) bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah!”
Langganan:
Postingan (Atom)